Soroti Polemik LCC Empat Pilar, Ida Nurlaela Tekankan Sportivitas dan Keadilan

Pendidikan 12 May 2026 19:00 2 min read 309 views By Nursyamsu
Soroti Polemik LCC Empat Pilar, Ida Nurlaela Tekankan Sportivitas dan Keadilan
Secara program, sosialisasi 4 Pilar melalui cerdas cermat itu bagus. Anak-anak dilatih berpikir kritis, memahami wawasan kebangsaan, sekaligus belajar berkompetisi secara sehat. Tetapi tentu pelaksanaannya harus fair play.

Polemik yang muncul dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Video yang memperlihatkan protes peserta terhadap keputusan juri viral di media sosial dan memunculkan perdebatan mengenai objektivitas serta sportivitas dalam pelaksanaan lomba pendidikan kebangsaan. 

Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Ida Nurlaela Wiradinata yang juga merupakan anggota MPR RI menilai program sosialisasi Empat Pilar melalui metode cerdas cermat dinilai tetap memiliki nilai positif dalam menanamkan pemahaman kebangsaan kepada generasi muda. Namun, pelaksanaannya harus menjunjung tinggi prinsip keadilan dan fair play agar tujuan pendidikan karakter benar-benar tercapai.

“Secara program, sosialisasi 4 Pilar melalui cerdas cermat itu bagus. Anak-anak dilatih berpikir kritis, memahami wawasan kebangsaan, sekaligus belajar berkompetisi secara sehat. Tetapi tentu pelaksanaannya harus fair play,” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas dewan juri menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas lomba. Karena itu, para juri harus benar-benar menguasai materi sekaligus mampu mengambil keputusan secara objektif dan profesional.

“Saya harap yang menjadi juri benar-benar menguasai materi. Jangan sampai ada ruang yang menimbulkan kesan ketidakadilan, karena ini menyangkut pendidikan karakter generasi muda,” katanya.

Di tengah polemik yang berkembang, keberanian peserta yang menyampaikan protes secara terbuka justru dinilai sebagai cerminan positif nilai-nilai demokrasi dan keberanian menyuarakan kebenaran.

“Saya mengapresiasi keberanian peserta yang protes saat merasa diperlakukan tidak adil. Itu cermin generasi Pancasila yang patut kita dukung. Anak-anak muda harus berani bicara ketika melihat sesuatu yang dianggap tidak tepat, tentu dengan cara yang santun dan argumentatif,” ujarnya.

Menurutnya, momentum ini seharusnya menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan tidak hanya menjadi ajang kompetisi pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran tentang keadilan, sportivitas, dan penghormatan terhadap pendapat.

Polemik LCC Empat Pilar sendiri ramai diperbincangkan setelah muncul perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta yang dianggap memiliki substansi serupa. Peristiwa tersebut memicu kritik publik hingga mendorong evaluasi dari pihak penyelenggara.

Chat with us on WhatsApp