Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Anak di Era Digital

Pendidikan 26 Sep 2026 15:48 • 2 min read • 351 views • By Resti Sanjaya
Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Anak di Era Digital
Bukan menjauhkan anak dari teknologi, karena teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Yang perlu dibangun adalah kemampuan orang tua dan anak untuk menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab, tanpa kehilangan komunikasi dan kedekatan dalam keluarga.

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga, termasuk dalam pola komunikasi antara orang tua dan anak. Persoalan ini diangkat dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, yang mengangkat tema “Membangun Komunikasi Efektif antara Orang Tua dan Anak di Era Digital,” dilaksanakan di KB Misanudin, Beji, Depok, pada Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan ini melibatkan tim yang terdiri atas Agnia Mutmainah, S.Kom., Epi Pebriani, S.Pd., Anita Friasari, S.Pd., Tina Lesmanawati, S.Pd., Fatimah Zahra Isnaini, S.Si., S.Pd., dan Handayani, S.Pd., dengan Dr. Imamah, M.Pd. sebagai dosen pembimbing.

Dr. Imamah, M.Pd., mengatakan bahwa tantangan pengasuhan di era digital tidak cukup dijawab dengan membatasi penggunaan gawai. Yang tidak kalah penting adalah membangun kualitas hubungan antara orang tua dan anak.

“Tujuan kita bukan menjauhkan anak dari teknologi, karena teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Yang perlu dibangun adalah kemampuan orang tua dan anak untuk menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab, tanpa kehilangan komunikasi dan kedekatan dalam keluarga,” jelasnya.

Ia menambahkan di era digital, anak tidak hanya membutuhkan aturan tentang kapan dan berapa lama menggunakan gawai. Anak juga membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan, memahami yang anak rasakan. Komunikasi yang efektif dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, memberikan perhatian ketika anak bercerita, menggunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak, serta menghindari respons yang langsung menghakimi.

Kegiatan PKM dengan sasaran orang tua murid dan warga sekitar ini tidak hanya diisi dengan paparan materi dari Narasumber, namun juga dilakukan Asesmen awal untuk mengetahui presepsi komunikasi orang tua dan anak, kemudian dilanjutkan dengan penguatan komitmen orang tua dalam gerakan Dekat, Dengar, Dampingi dan Pahami (D3P).

Chat with us on WhatsApp